Cerpen Cinta dan Pengharapan “Dalam Penantian” Oleh Firman Wally


Terkadang hubungan yang kita jalani bertahun-tahun kandas dalam waktu singkat, untuk bertahan dan memperjuangkan tak semudah melemparkan badan ke kasur.

Menjalani dan mengahayal sesuai harapan tak semanis mimpi indah. Kadang kita merasal sesal atas apa yang kita perjuangkan, semuanya hancur bagai butiran kaca.

Bunga yang kita tanam tumbuh mekar di tamannya orang. Berbulan-bulan bahkan bertahan-tahun bersama orang yang kita percaya mampu melengkapi kekurangan dan mengisi kebahagiaan menuju kesempurnaan hakiki, semua yang diharapakan hancur berkeping-keping.

 Makan bersama,nonton bareng dan jalan bergandengan tangan untuk merangkai cerita, membangun kebersamaan dalam bahtera cinta semuanya kandas disapuh ombak keegoisan.

Aku terlihat seperti orang bodoh, yang dengan bodohnya berusahan menjaga jodohnya orang tanpa berpikir kebodohan. Ya sudahlah, mungkin itu adalah pengalaman sekalian guru terbaik dalam hidup. Tidak ada yang bisa disesali terkecuali mampu mengikhlaskan yang telah berlalu. Hidup di tangan Tuhan, maka Tuhan lah yang mengatur segalanya serta menjadi sutradara dalam roda kehidupan.

Tak ada kata terlambat untuk membangun dan memulai hal yang baru. Aku merasa sudah memiliki bekal yang banyak untuk menyambung hidupnya hubungan bersama orang lain, bukan dia masa lalu.

Beginilah kita yang sudah hidup di jaman sekarang, istilahnya jaman now. Semuanya disibukan dengan sosial media, tanpa berpikir kita bersama siapa?' dan siapa yang harus kita pentingkan ?'
Ego sudah menjadi gembok.

Malam ini dingin sekali, untunglah aku ditemani handpone kesayanganku yang menjadi teman setia, selalu sedia setiap saat. Aku sudah terbiasa dengan sosial media, otak-atik handpone serti orang sibuk, tau-taunya hanphon sunyi senyap. Beginilah nasib si jomblo, tidak ada yang telpon maupun SMS tapi handpone tak pernah lepas dari genggaman.

Aku buka beranda fbku menunggu pemberitahuan sekaligus pesan dari kawan akrabku, mengenai info kuliah esok. Dari atas turun ke bawah, dari bawah naik ke atas hanya menunggu info sekalian membaca statu anak-anak jama sekrang, alaynya tak bisa diucapakan dengan kata-kata lagi. Ketika muncul postingan baru, aku kaget.
"Widih cantik sekali orang yang di samping temanku." kataku dalam hati.

Tak perlu lama lagi, aku langung inbox teman aku.

"Malam fit" sapahku lewat inbox.
"Malam juga" sahutnya.
"Bagaimana kawan ?" tanya temanku kepadaku.
"Aduh aku barusan melihat cewek cantik, asalnya dari postingan kamu" tutur aku.
"Oh iya, yang itu teman aku." jawab fitri.
"Ciee, naksir ya !" kata fitri sambil ngeledek.
"Ya.. Begitulah." jawabku.
"Udah kamu tenang aja nanti aku urus, semuanya pasti beres ko'." kata si fitri.
"Oke baiklah, aku tunggu kabarnya esok ya." pintaku.

Duduk merenung dengan secangkir kopi hangat temani pagi yang dingin mendung.

Kring.. Kring !
Kring..kring !
Eh ternyat ada SMS dari fitri
"Andi inj nomornya teman aku, nanti kamu kenalan aja sama dia ya..!" isi pesan dari Fitri.
"Oke. terima kasih" balasku sambil tersenyum.

Tak ada pacar bantal guling pun jadi, begitulah si jomblo yang ditemani dinginnya malam.
Sambil aku membuka pesan, tujuannya intuk SMS nomor yang dikasi oleh Fitri pagi tadi.

"Malam" SMS baru dari aku.
"Malam juga, bole tahu ini dengan siapa ?" Balasan pesan.
"Oh. boleh kenalan, nama aku Andi !"
"Oh, boleh. Namaku Soraya !" Jawanya.

Malam itu banyak sekali obrolan yang kami tuangkan lewat pesan singkat. Aku bagaikan berada di atas langit ke tujuh dan dihibur oleh bintang-gemintang.

Bukan saja kita kenalan, aku dan dia pun menentukan tempat untuk kita ketemuan esok hari.

Setelah kuliah pagi jam 09:00, aku langsung menghubungi Soraya lewat pesan singkat.

"Pagi Ra, kamu di mana ?"tanyaku.
"Aku lagi di dalam kelas." jawab Soraya dengan balasan lewat pesan singkatnya.
"Apa kamu ada kuliah?" tanyaku lagi.
"Tidak ada lagi, Andi"
"Saya sudah di Kantin, kamu bisa datang ke sini" pintaku penuh harpan.
"Oke baik" sahut soraya lewat SMS.

Lima menit kemudian, Sorayapun tiba.
"Waduh, ini orang ternyata cantik sekali" memujiku dalam hati dengan hati dek-dekan.
Stelah dia berada di hadapanku, aku pun mempersilakan Soraya untuk duduk.
"Duduk Ra." ujarku sambil tersenyum.
"Terima kasih." kata Soraya.

Pagi itu banyak sekali yang kita ceritakan.
Obrolan kami semakin akrab bagaikan orang yang sudah saling mengenal sebelumnya.

Malam pun tiba. Setelah buat tugas kampusku, aku langsung mengambil handphone-ku untuk SMS-an dengan tujuannya untuk melajut pembicaraan denganSoraya lewat pesan singkat.

Setelah aku menyapanya lewat pesan singkat, dia pun merespon dengan cepat.
Malam itu pun, aku langsung ungkapkan isi hatiku kepada Soraya. Tapi apa jawabnya. Aku sedikit kesal tapi bukan aku sesali.

"Maaf, Andi sebaiknya kita berteman dulu" jawab Soraya menjawab apa yang ada dalam hatiku.
"Sampai kapan kita berteman, Sorya ?" tanyaku lagi.
"Nanti ada waktunya, di samping itu kamu cari wanita yang lain dulu. Sapa tahu kamu bisa temukan yang lebih baik dari aku" Jawab Soraya.

Kata orang jomblo itu bahagia, bisa melakukan sesuatu hal tanpa ada yang melarang.

Tapi sulit juga kalau hidup tanpa sang kekasih, yang lebih beratnya lagi, ketika hidup dalam harapan dan penantian seperti ini.

Karangan : Firman Wally (firmanwally02@gmail.com)
Telah dikirimkan via email melalui Email : publikasikaryatulis@yahoo.com

0 Response to "Cerpen Cinta dan Pengharapan “Dalam Penantian” Oleh Firman Wally"

Post a comment